Ada pola psikologis yang menarik sekaligus menyebalkan dalam kehidupan sosial: semakin seseorang tidak puas terhadap hidupnya sendiri, semakin besar kecenderungannya mencampuri hidup orang lain. Mereka jarang datang membawa solusi. Mereka datang membawa pertanyaan.
“Kapan menikah?”
“Kok belum sukses?”
“Umur segini masih santai?”
“Temanmu sudah punya anak loh.”
Sekilas terdengar seperti basa-basi sosial. Tapi jika diamati lebih dalam, banyak pertanyaan itu sebenarnya bukan bentuk kepedulian. Itu adalah mekanisme psikologis untuk menenangkan kegagalan pribadi mereka sendiri.